loading...

5 Tradisi Perayaan Natal Unik yang Hanya Ada di Indonesia!

5 Tradisi Perayaan Natal Unik yang Hanya Ada di Indonesia!
keberagaman yang ada di Indonesia memunculkan tradisi Natal unik dari berbagai daerah di Indonesia
Natal telah tiba! Natal adalah peringatan hari kelahiran Yesus Kristus di berbagai belahan dunia. Meski dimaknai sama oleh seluruh umat Kristiani, tetapi cara merayakannya berbeda-beda lho! Yup, tergantung budaya yang dianut oleh masing-masing daerah. Nggak terkecuali di Indonesia yang punya cara unik untuk merayakan Natal di setiap daerahnya. Penasaran? Yuk, kita liat 5 tradisi Natal di berbagai daerah Indonesia!
Wayang Kulit, Yogyakarta
Kalo biasanya kita melihat drama yang bertemakan “Kelahiran Yesus Kristus”, di Indonesia, khususnya Yogyakarta, kita bisa melihat pertunjukan wayang kulit dengan tema ini. Nggak cuma itu aja, perayaan Natal di Yogyakarta penuh dengan nuansa budaya, Pendeta yang memimpin ibadah akan memakai baju tradisional Yogyakarta lengkap dengan baju beskap, blangkon, dan memakai bahasa Jawa halus. Selain itu, perayaan Natal di Yogyakarta juga nggak lengkap tanpa silahturami ke sanak saudara dan tentunya anak-anak kan mendapatkan ‘angpau’ pas silahturami ini berlangsung.
Rabo-Rabo, Jakarta
Salah satu daerah di Jakarta Utara, Kampung Tugu, ternyata punya tradisi yang unik lho untuk merayakan Natal. Kampung yang terkenal sebagai tempat keturunan Portugis bermukim ini memiliki tradisi ‘Rabo-Rabo’, yaitu bermain musik kerocong dan menari bersama sambil keliling kampung untuk mengunjungi rumah saudara-saudaranya. Nah uniknya setiap penghuni rumah yang udah dikunjungi wajib buat ikutan main keroncong sampe ke rumah terakhir. Setelah melakukan tradisi ini, warga Kampung Tugu akan melakukan tradisi ‘mandi-mandi’. Jadi, mereka akan mencorat-coret muka satu sama lain pake bedak putih sebagai simbol membersihkan kesalahan menjelang tahun baru.
Kunci Taon, Manado
Berbeda dari berbagai daerah lainnya, Manado udah ngerayain Natal dari tanggal 1 Desember lho, girls! Jadi lagu-lagu Natal udah berkumandang di setiap tempat, mulai dari mall, toko, warung pinggir jalan, bahkan sampe angkot udah pasang lagu Natal biar vibe-nya makin berasa. Selain itu, anak muda di Manado bakal mengadakan pawai Sinterklas. Jadi kita akan berkeliling degan kostum Santa Claus gitu! Wah menarik banget ya! Nah, setelah itu Sinterklas akan dateng ke rumah-rumah untuk ngasih hadiah dan nasehat ke anak-anak. Kegiatan ini biasanya udah ada dari tanggal 6 Desember sampe awal januari. Tradisi ‘Kunci Taon’ sendiri biasanya diselenggarain pas hari Minggu di bulan Januari, sekaligus menutup rangakaian perayaan Natal di bulan Desember. Biasanya akan ada pawai keliling kota dengan kostum yang lucu-lucu.
Ngejot dan Penjor, Bali
Dari ratusan suku yang tinggal di Indonesia, kita diharuskan untuk bisa menciptakan nilai toleransi agar bisa hidup berdampingan dengan damai. Hal ini yang ditanamkan oleh masyarakat Bali saat melakukan tradisi perayaan Natal di Bali. Pada tradisi Ngejot, umat Kristiani di Bali akan memasak makanan khas Bali dan membagikannya ke tetangga yang beragama Hindu. Tradisi ini juga dilakukan pas umat Hindu merayakan Galungan. Jadi, saling menghormati sesama yang sedang merayakan hari besarnya. Nah, selain membagikan makanan, Penjor atau hiasan janur juga dipasang saat perayaan Natal tiba lho!
Bakar Batu, Papua
Setelah ibadah Natal, warga Papua akan melakukan satu ritual yaitu tradisi barapen atau bakar batu. Ritual ini dilakukan untuk memasak sayuran dan daging babi untuk dimakan bersama. Tapi, yang bikin unik adalah mereka memasak menggunakan batu yang dibakar dengan kayu. Jadi, nggak akan pake korek api nih buat nyalain api, tapi kayu akan terus digesek hingga api menyala. Kemudian, dalam memasak juga dibutuhkan kerjasama yang bagus juga lho! Soalnya ibu-ibu akan menyiapkan berbagai bahan makanan, kayak kangkung, pakis, singkong, dan bayam, sementara bapak-bapak akan membuat lubang untuk memasukkan batu panas yang terkena api kayu. Setelah itu, bahan-bahan makanannya akan dimasukkan ke lubang tersebut untuk dimasak. Oh ya, untuk masak ini lumayan lama lho, soalnya bisa memakan waktu hingga setengah hari. Tradisi bakar batu ini dilakukan sebagai ungkapan bersyukur, kebersamaan, saling berbagi, dan mengasihi.
Itulah 5 tradisi unik perayaan Natal dari Indonesia. Sebenarnya masih banyak tradisi lain yang cukup menarik. Keberagaman perayaan Natal itu menunjukkan keunikan bangsa Indonesia dalam toleransiperayaan keagamaan. Jadi, sebagai generasi penerus bangsa, kamu harus bisa menjaga keunikan dari tiap budaya daerah yang ada di Indonesia. Anyway, Selamat Natal Famous People!(non)
Artikel Asli