Tak banyak yang tahu, komedian senior Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro 'Warkop' ternyata memiliki trauma terkait rumah sakit. Tubuh laki-laki berusia 59 tahun itu akan terasa lemas setiap menemui lorong rumah sakit yang memuat barisan tiang.
"Sebetulnya, takut enggak, tapi kalau masuk rumah sakit yang berlorong, itu aku lemas, enggak tahu kenapa. Jadi, kayak lorong yang pakai tiang-tiang begitu. Bukan takut, aku tiba-tiba kayak lemas," kata Indro kepada kumparan (kumparan.com) ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Trauma tersebut muncul lantaran orang-orang terdekat Indro mengembuskan napas terakhir mereka di rumah sakit dengan ciri demikian.
"Bapakku meninggal di tempat itu, ibuku meninggal di tempat itu, Kasino meninggal di tempat itu, Dono meninggal di tempat itu. Iya (trauma karena itu)," ucap pemain film 'Security Ugal-ugalan' itu.
Indro bahkan hampir jatuh pingsan akibat trauma tersebut. Hal itu terjadi ketika Indro tengah bertandang ke rumah sakit untuk mengurus asuransi mendiang ibunya. Saat itu, untuk pertama kalinya, Indro mengetahui bahwa dirinya memiliki trauma akan rumah sakit berlorong.
"Hampir (pingsan) pernah. Waktu ibuku meninggal di Rumah Sakit PELNI, aku ngurus asuransinya kan buat orang meninggal, nah itu (saat hampir pingsan). Di situ aku tahu (punya trauma)," tutur Indro.
Meski memiliki trauma, Indro tak lantas menghindari rumah sakit. Hanya saja, ia butuh ditemani ketika harus melewati lorong rumah sakit.
"Kalau ke tempat yang seperti itu, aku enggak menghindari, tapi aku lebih harus ditemani," ucap laki-laki kelahiran 8 Mei 1958 tersebut.
Indro juga sempat berkonsultasi dengan psikolog terkait traumanya itu. Beruntung, ternyata trauma yang dimilikinya tak berbahaya.
"Pernah ke psikolog. Aku pernah bilang. 'Enggak apa-apa, sih, itu enggak membahayakan. Asal kamu tahu bahwa harus ditemani, ya, minta ditemanilah,'" ujar Indro menirukan kata-kata sang psikolog.
Artikel Asli